.jpg)
Saat akan beranjak dari kafe Teras, hujan turun dengan derasnya, sementara hari sudah mulai gelap. Kami menunggu hujan reda dengan ngobrol2. Iseng2 aku n dzick (rute rumah kami sama, sama2 pelosok maksudnya :p) bilang, minta sekalian di anterin sampe rumah sama dimas, dan meninggalkan motor dzick di rumah mith, keisengan itu membuahkan hasil. Gak tau karena tertantang dengan image ndeso nya rumahku n dzick, ato kasian kalo bayangin temenya yg imud ini bakal diculik orang, akhirnya dimz meng iya kan ajakan itu.
Tanpa menunggu hujan reda dan setelah puas merampok :D, kami pun cabut.
Rencana semula, aku bakal diturunin di rumahnya dzick yang lebih 'nguthani' daripada rumahku, karena rumahnya berada di pinggir jalan raya.
Sedikit gambaran tentang rute rumahku n dzick:
(Rumah kami berada di kecamatan Kaliangkrik *bagi warga magelang asli, pasti langsung berpikir itu semacam daerah udik yang berpenghuni manusia2 yang jauh dari peradaban*
Weitz, tapi jangan salah! Kampung halamanku itu sangatlah indah, lebih indah dari kota magelang itu sendiri :p *lebay!*
Wiiw...
Kuk malah jadi ngalor ngidul gag jelas ginih --'
Kita kembali ke leek too!!
Ehm... Ke rute perjalanan yah??
Biar semua tau, aku mulai rute ini dari alun2 kota magelang.
Dari jalan searah di alun2, belok kanan di tugu depan kelenteng, ikuti traffict light *yg dalam tulisan2 selanjutnya akan ku tulis dgn 'bangjo'*
Lurus hingga 500m n menemukan bangjo ke dua dengan pom bensin di kananya. Kemudian lurus turun. Hingga menemukan pertigaan yang agak membelok cukup curam, beloklah ke kiri, kita menyeberangi sungai Progo yang menjadi batas antara kota dan kabupaten Magelang. Ikutilah jalan besar itu hingga sekitar 5km...
*aduuuh, ngelantur lagi dweh* bingung kaaan??
Langsung aja, intinya, rumahku(belokan menuju rumahku maksudnyah) berada di perbatasan kecamatan, dan untuk mencapai rumahku, harus menempuh 1.5km jarak terdekat, sedangkan rumah dzick 2 km ke atas, dengan jalan yg halus beraspal.
Hari sudah gelap saat kami sampe di pertigaan menuju rumahku.
Entah kesambet setan mana sampe2 orang baru di lingkungan itu seperti dimas berani melaluinya, bahkan aku aja sangsi, apakah dia akan dapat mencapai rumahku dengan selamat tanpa hambatan???
Dimaspun membelokkan mobilnya ke kanan, memasuki jalan yg hanya di semen cukup ditapaki roda saja (bagian tengahnya tetep tanah), perjalanan yg menegangkan pun dimulai. Hawa mencekam mulai terasa. Aku terus berisik sambil berdoa dalam hati buat menghilangkan ketakutan.
Sesampainya di belokan terakhir menuju gerbang desaku *kaya desaku punya gerbang aja! :D*
Aku mulai menimbang2 lagi jalan mana yang akan di ambil. Apakah belok kiri, mengambil rute terpendek yg udah menelan berbagai macam kejadian, ato lurus mengambil rute yang 5kali lipat lebih jauh.
Fyi : byk sekali peristiwa2 yg terjadi di rute pertama tadi, diantaranya: 4motor temenku terjun bebas saat melewati jalan itu, mobil yg dikendarai masku sering selip saat melewatinya, dan yg paling horor adalah berita kemunculan hantu! Di tempat itu, ya pembaca, Hantu!!!
Akhirnya, aku menyarankan dimas untuk memilih rute ke2 aja, mengingat jalanya tidak se ekstrim rute pertama, tapi dalam kaitanya dengan hororisme, *teuteup* namanya juga kampung.
Jalan aspal habis, di ganti dengan jalan berbatu, yg terkadang becek, nggronjal (?) Tanjakan curam, turunan curam, belokan ekstrim, lewat hutan bambu, beberapa perkampungan, jalan gelap, suara binatang malam, kuburan, pohon beringin besar, dan hanya satu yang indah, kelip lampu kota jika di lihat dari ketinggian.
Hampir setengah jam kami menempuh perjalanan mencekam itu (padahal waktu kecil, aku sering lewat jalan itu) tapi sensasinya benar2 beda!
Mencekam mamen!
Kayak jelajah malam!
Beeeuuh....
Padahal di dalam mobil kami sudah berusaha mencairkan suasana dengan becanda, tapi keadaan mengalahkan kami, ditambah guyonanku yg terkadang malah bikin mrinding, bikin dzick,mith, ma fit protes2 :D
Pengalaman itu Gak bakalan aQ lupa seumur hidupku...
Dan akhirnya, setelah melalui kuburn terakhir, lampu pertama penduduk desaku pun terlihat...
Legaaa rasanya...
Dan dengan ini aku nobatkan dimas sbg pengemudi profesional :D
Hahaha..,
Makasih temen2, aku seneeeeng banget bisa berkumpul lagi ma kalian :)
Kalo ada libur, kita kumpul2 lg yah :-)
Seru2an bareng...
.jpg)