Tuesday, April 14, 2009

Pulang bareng kawan lama


Saat akan beranjak dari kafe Teras, hujan turun dengan derasnya, sementara hari sudah mulai gelap. Kami menunggu hujan reda dengan ngobrol2. Iseng2 aku n dzick (rute rumah kami sama, sama2 pelosok maksudnya :p) bilang, minta sekalian di anterin sampe rumah sama dimas, dan meninggalkan motor dzick di rumah mith, keisengan itu membuahkan hasil. Gak tau karena tertantang dengan image ndeso nya rumahku n dzick, ato kasian kalo bayangin temenya yg imud ini bakal diculik orang, akhirnya dimz meng iya kan ajakan itu.
Tanpa menunggu hujan reda dan setelah puas merampok :D, kami pun cabut.

Rencana semula, aku bakal diturunin di rumahnya dzick yang lebih 'nguthani' daripada rumahku, karena rumahnya berada di pinggir jalan raya.

Sedikit gambaran tentang rute rumahku n dzick:
(Rumah kami berada di kecamatan Kaliangkrik *bagi warga magelang asli, pasti langsung berpikir itu semacam daerah udik yang berpenghuni manusia2 yang jauh dari peradaban*
Weitz, tapi jangan salah! Kampung halamanku itu sangatlah indah, lebih indah dari kota magelang itu sendiri :p *lebay!*

Wiiw...
Kuk malah jadi ngalor ngidul gag jelas ginih --'
Kita kembali ke leek too!!
Ehm... Ke rute perjalanan yah??

Biar semua tau, aku mulai rute ini dari alun2 kota magelang.
Dari jalan searah di alun2, belok kanan di tugu depan kelenteng, ikuti traffict light *yg dalam tulisan2 selanjutnya akan ku tulis dgn 'bangjo'*
Lurus hingga 500m n menemukan bangjo ke dua dengan pom bensin di kananya. Kemudian lurus turun. Hingga menemukan pertigaan yang agak membelok cukup curam, beloklah ke kiri, kita menyeberangi sungai Progo yang menjadi batas antara kota dan kabupaten Magelang. Ikutilah jalan besar itu hingga sekitar 5km...
*aduuuh, ngelantur lagi dweh* bingung kaaan??
Langsung aja, intinya, rumahku(belokan menuju rumahku maksudnyah) berada di perbatasan kecamatan, dan untuk mencapai rumahku, harus menempuh 1.5km jarak terdekat, sedangkan rumah dzick 2 km ke atas, dengan jalan yg halus beraspal.

Hari sudah gelap saat kami sampe di pertigaan menuju rumahku.
Entah kesambet setan mana sampe2 orang baru di lingkungan itu seperti dimas berani melaluinya, bahkan aku aja sangsi, apakah dia akan dapat mencapai rumahku dengan selamat tanpa hambatan???


Dimaspun membelokkan mobilnya ke kanan, memasuki jalan yg hanya di semen cukup ditapaki roda saja (bagian tengahnya tetep tanah), perjalanan yg menegangkan pun dimulai. Hawa mencekam mulai terasa. Aku terus berisik sambil berdoa dalam hati buat menghilangkan ketakutan.
Sesampainya di belokan terakhir menuju gerbang desaku *kaya desaku punya gerbang aja! :D*
Aku mulai menimbang2 lagi jalan mana yang akan di ambil. Apakah belok kiri, mengambil rute terpendek yg udah menelan berbagai macam kejadian, ato lurus mengambil rute yang 5kali lipat lebih jauh.
Fyi : byk sekali peristiwa2 yg terjadi di rute pertama tadi, diantaranya: 4motor temenku terjun bebas saat melewati jalan itu, mobil yg dikendarai masku sering selip saat melewatinya, dan yg paling horor adalah berita kemunculan hantu! Di tempat itu, ya pembaca, Hantu!!!

Akhirnya, aku menyarankan dimas untuk memilih rute ke2 aja, mengingat jalanya tidak se ekstrim rute pertama, tapi dalam kaitanya dengan hororisme, *teuteup* namanya juga kampung.

Jalan aspal habis, di ganti dengan jalan berbatu, yg terkadang becek, nggronjal (?) Tanjakan curam, turunan curam, belokan ekstrim, lewat hutan bambu, beberapa perkampungan, jalan gelap, suara binatang malam, kuburan, pohon beringin besar, dan hanya satu yang indah, kelip lampu kota jika di lihat dari ketinggian.
Hampir setengah jam kami menempuh perjalanan mencekam itu (padahal waktu kecil, aku sering lewat jalan itu) tapi sensasinya benar2 beda!
Mencekam mamen!
Kayak jelajah malam!
Beeeuuh....
Padahal di dalam mobil kami sudah berusaha mencairkan suasana dengan becanda, tapi keadaan mengalahkan kami, ditambah guyonanku yg terkadang malah bikin mrinding, bikin dzick,mith, ma fit protes2 :D

Pengalaman itu Gak bakalan aQ lupa seumur hidupku...

Dan akhirnya, setelah melalui kuburn terakhir, lampu pertama penduduk desaku pun terlihat...
Legaaa rasanya...

Dan dengan ini aku nobatkan dimas sbg pengemudi profesional :D
Hahaha..,

Makasih temen2, aku seneeeeng banget bisa berkumpul lagi ma kalian :)

Kalo ada libur, kita kumpul2 lg yah :-)
Seru2an bareng...

Berkumpul dengan kawan lama

1 hari setelah berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia, yaitu tanggal 10 april 2009, aku mengadakan pertemuan kecil2an dengan teman2ku semasa SD dulu... *bayangpun, qta uda bteman lebih dari 2/3 umur qta, hoho ;)
Dan terakhip bertemu adalah 2taun yg lalu saat reuni, setelah 9 tahun berpisah.
Semoga kita tetap menjalin persaudaraan ini teman :).
Oh ya, pertemuan ini awal mulanya diprakarsai oleh mitha, dy berencana mengumpulkan teman2 semasa SD dulu, mumpung ada libur lumayan panjang...
Tapi ternyata, yg bisa pulang ke Magelang tercinta :x hanya 5 orang, yaitu aku, mitha, dzick, fitri, n dimas...

Seperti saat kami kecil dulu, basecamp masih tetap di rumah mith. Kami janji berkumpul sehabiz dzuhur...

*aku ceritakan sedikit perjalananku menuju rumah mith*

Sekitar pukul 12.30 WIMA (wktu Indonesia bagìan Magelang Atas) temanku dzick menjemputku.
Saat dia sampai, aku sedang siap2, jadilah dia menungguku beberapa lama, sambil ngobrol ma bapak ibu.
Setelah beres dan berpamitan, akhirnya kamipun berangkat. Butuh waktu sekitar 25menit untuk sampe di rumah mith. Teman2 bilang rumahku pelosok desa, jauh dari peradaban, haha *asyeeeemmmm*
Namun, waktu itu kita muter2 dulu, jadi jam 13.30 barulah sampe di rumahnya.
Setelah semua berkumpul (aku,mith,dzick,dimz) kami berencana ke Rs Harapan bwt nengokin eyangnya Fitri.
Saat aku akan menghidupkan mesin motor, dimz bilang"wiz bareng aku wae" (udah, bareng aku aja).
Dan akhirnya kami berempat naek mobilnya dimaz. *senengnya jadi gag perlu panas2* hahaha (jiwa kampunganya keluar :P)


Setelah beli sdikit oleh2, kami menuju Harapan. Namun ternyata keberuntungan tak berpihak pada kami. Waktu itu rs sedang tutup karena pasien sedang dimandikan.
Setelah beberapa saat menunggu di resepsionis seperti orang ilang, akhirnya bosen juga. Mith n dimz berjalan2, menemui fitri dari balik jeruji besi (ini mau besuk orang sakit ato mau nengokin napi seh??)
Dari perundingan berbatas jeruji besi itu, mereka menemukan ide untuk masuk ke bangsal tanpa harus menunggu lama.

Cara2 yg kami lakukan yaitu:
Pake kartu tunggu yang sebenarnya diperuntukan bagi keluarga pasien. Tapi,daripada kami jamuran, jadilah kami berpura2 menjadi keluarga pasien. Syaratnya, 1 kartu untuk 1 orang.
Karena cuma ada 1 kartu untuk 1 pasien, sedangkan kami berempat, maka kami memutuskan untuk masuk 1 per satu dan merolling kartu itu lewat jeruji besi.
Orang pertama yg masuk yaitu dzick *terselamatkan*
Kartu dibawa mith, waktu sampe di depan pintu, petugas memeriksa kartu tsb. Melihat sebelumnya ada rombongan yg bisa masuk, aku mengikuti mith dr belakang, sap tau bisa masuk barengan. Tapi bukanya masuk, petugas itu malah mengusir kami keluar karena kepergok merolling kartu. :D
Beuuuuhh....
Mukaku udah merah padam, apa lagi mbak2 resepsionisnya juga ikut ketawa.

Melihat penyamaran yang gagal itu, kami kembali ke jeruji besi. Dan setelah beberapa waktu disana, akhirnya, tante dari fitri menemukan celah penyelundupan manusia2 malang ini.
Beuh, rumah sakit yang dudulz!
Ruang depan diperketat, tapi pintu belakang dibiarin kebuka :D.

Beberapa saat kami di sana, cukup mengharukan juga melihat keadaan eyangnya fitri :'(
Cepet sembuh ya eyang :-)

Setelah dirasa cukup, kamipun cabut dan melakukan rencana berikutnya, yaitu makan2 :D/
*bertindak sebagai bos :mith* yang saat pemilu merayakan hari jadinya yg ke 1/5 abad. *tua jg km mith :p*

Namun sebelum itu, kami sempat mampir ke smansa mgl, alias GHS untuk foto2....
Eeehh... Maksudnyah shalat ashar :P
Sedangkan dimas memilih shalat di masjid walikota.

Tak lupa kami mengabadikan moment di smansa itu (maap fotonya lum aku upload)
Setelah sejenak bernarso2 ria (sejenak??) Kami cabut buat nyamperin dimas ke masjid pemkot yg ada di seberang jalan. Tapi ternyata dimas uda menjemput kami di depan gerbang smansa (mungkin gara2 kelamaan nunggu kali yah?)haha


Setelah perdebatan yang cukup alot tentang dimana kami akan melakukan aksi perampasan, akhirnya diputuskan, kami makan di Kafe Teras.
Ternyata harga makanan di kafe itu lumayan mahal bagi ukuran mahasiswa seperti kami (tapi tak apalah mumpung gretong, ada yg bayarin) :D
*ketawa setan*
Sempet ku lihat muka mith yg ditekuk, karena membayangkan kebangkrutanya setelah keluar dari tempat ini, kasian siiihh... Tapi kesempatan ditraktir belum tentu datang 2x kan? :p
Jadi, aku tega2in aja liat mith yg memelaz itu :pv
But, thx a lot y mith trktrnya, kapan2 lg :-)
Haha...

Oh ya, di tempat ini pun kami tak lupa buat menyalurkan bakat terpendam *foto2*
(Sekali lg maap, foto2 imud itu belum dapat ditampilkan karena keterbatasan media)

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.xx. Kami pun berencana segera pulang.

Tuesday, April 7, 2009

Sepenggal kisah kehidupan anak manusia...

Aq selalu bersemangat, saat aq bisa mengulang dan terus mengulang, menceritakan kisah yg pernah kita lalui, hingga terkadang aku tak menghiraukan apakah mereka bosan mendengar kisahku tentangmu yg melulu seperti itu...

Di saat pesan2 singkat lain terhapus dari inbox di handphoneku, tahukah kamu, barisan kata2mu masih tersimpan rapi di sudut terbawah, terdesak oleh waktu...

Di saat playlistku berganti dengan lagu2 yg sedang hits saat ini, tahukah kamu, lagu2 yg kamu suka masih setia aku putar, hanya untuk mengenangmu, mengingat suaramu di saat menyanyikannya di hari bahagiamu itu, sambil kau terus tertawa, karena liriknya yg tidak cocok dengan keadaanmu....

Tahukah kamu, bahwa setiap detil kata yg pernah kamu ucap, akan selalu terpatri dalam ingatanku, bahkan walaupun kamu telah lupa jika pernah mengucapkannya...


Tahukah kamu, setiap aku online dan melihat segala tingkahmu di sana, aku selalu menahan diri untuk dapat mengabaikanmu, meski lebih sering aku tak bisa mengabaikannya, karena setiap tingkahmu selalu menarikku untuk bereaksi.

Taukah kamu mengapa semua itu aku lakukan??
Semua hanya karena aku takut kehilangan tawamu, kehilangan cemooh darimu, semua aku lakukan hanya agar aku dapat mengumpulkan kepingan2 yang telah hilang darimu untukku, hanya suatu penghiburanku karena aku tak dapat menggapaimu lebih dari itu, hanya karena rasa takutku, takut akan kehilangan dirimu...
Tidakkah kau mengerti itu????

Pernah aku ingin membencimu saja, menganggapmu tak pernah ada...
Namun ternyata aku tak bisa...

Dan pada akhirnya, semua telah tergariskan, kau memilih jalanmu, memilih pergi dariku, dan aku hanya harus bisa menerima, karena memang begitulah adanya....
Karena hidup tak bisa seperti dalam dongeng, di mana putri dan pangeran akan bersatu dan semua bahagia...

Hidup tak seperti sebuah novel, yg dapat terselesaikan dalam hitungan jam saja...

Hidup tak begitu singkat, tak pernah sama dengan imajinasi dan khayalan...

Dan karena hidup harus tetap berjalan, dengan atau tanpamu...
Karena hidup adalah sebuah pilihan...
Karena hidup adalah sebuah pembelajaran, walau semua yg dibenarkan itu belum tentu baik, dan yang salah belum tentu buruk...