Saturday, October 10, 2009

To Tokyo to Love

Novel karya mariskova ini mengisahkan seorang gadis bernama nina, dimana dia adalah seorang lulusan terbaik di universitas negeri ibu kota. Nina selalu bermimpi bisa memiliki kehidupan yang sempurna, rela melepas pekerjaanya dan menjadi ibu yang baik bagi anak2nya kelak, dan melihat pendar2 kedamaian dari suaminya, seperti yang selalu dilakukan ayahnya kepada mamanya. Namun suatu peristiwa terjadi, tunangannya yang bernama Ian prayogo menghamili mantan kekasihnya, dan harus segera menikahi wanita itu.

Sejak saat itu nina menjadi seperti mayat hidup, raganya ada namun jiwanya kosong, hampa, hingga berhari2 tidak masuk kerja. Beruntung bosnya yang asli orang jepang, berbaik hati menyekolahkannya ke jepang agar nina bisa mendapatkan jiwanya kembali, dan dapat menghilangkan kesedihannya karena ditinggal ian.

Di Jepang, nina masih tetap menjadi seorang pemurung, hingga dia melihat sosok pria misterius berjas hitam yang selalu ia lihat di kereta yang ia tumpangi setiap pagi. Selain itu, dia juga mempunyai sahabat dunia maya bernama takung, walaupun mereka berada satu universitas, hanya takung mengambil S2 sedang nina masih S1, namun mereka belum pernah bertemu. Setiap kejadian yang nina alami selalu ia ceritakan kepada takung, termasuk tentang ian dan pria misterius berjas hitam yang menjadi penyemangat hidupnya. Takung juga sering menceritakan gadis pujaan hatinya yang dengan diam2 selalu ia perhatikan dari balik pohon di taman.

Kehadiran takung membuat nina menemukan semangat hidupnya kembali. Namun saat itu pula, mantan tunangannya, ian, kembali ke dalam kehidupannya. Tidak hanya ian yang kembali mengusik hidup nina, tetapi juga karina, istri ian yang selalu meneror nina.

Berkali2 nina diselamatkan oleh pria misteriusnya saat diteror oleh ian ataupun karina, namun nina selalu kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan pria misteriusnya itu.

Akhirnya nina mempunyai kesempatan bertemu dengan takung, yang ternyata adalah orang yang sama dengan pria misteriusnya di kereta sekaligus putra dari bosnya, sedangkan nina adalah gadis yang selalu diperhatikan takung selama ini....

Novel ini menceritakan suasana jepang dengan sangat detail, kesibukan kota tokyo, keramaian stasiun shibuya, keindahan bunga sakura saat musim semi ataupun gugur, desa di lereng fuji, budaya masyarakat jepang yang memiliki etos kerja tinggi dan lain sebagainya. Selain itu, novel ini juga menunjukkan karakter seorang nina yang mempunyai pendirian teguh terhadap sesuatu yang diyakininya, seperti tidak memakan makanan yang memang seharusnya tidak boleh ia makan, walaupun karena hal itu terkadang nina menjadi sulit untuk mendapatkan makanan.
Dibalik kelebihan2 itu, novel ini juga mempunyai kelemahan, seperti kisah yang terlalu mengada2 dan terlalu sangat 'kebetulan' berkaitan dengan tokoh pria misterius-takung-dan bosnya, yang sangat tidak masuk akal jika diterapkan di dunia nyata. Selain itu, kaitan antara takung dengan pria misterius dan wanita pujaan takung sangat mudah ditebak, sehingga tidak membuat pembaca terlalu penasaran.

But overall, this novel is the great one. Karena bisa membuatku terhanyut saat membacanya....
Kalo tertarik, silakan baca novelnya, n setelah itu kasi komen di sini juga yah... :)

Friday, September 25, 2009

Untitled part 2

Aku terdiam membeku, shock dengan kenyataan yang aku terima begitu tiba2, bagai tersengat listrik ribuan volt, aku lemas, tak kuasa menahan beban badanku sendiri, aku terduduk di kursi dengan handphone yang hampir terjatuh dari genggamanku. Kata2 perempuan itu menyanyinyanyi di telingaku.
"kita sama2 perempuan kan? Kamu pasti bisa merasakan bagaimana rasanya bila kamu ada di posisiku" rengek wanita di seberang sambil terus terisak.
Jgeeerrrr!!!!
Aku tersentak, cobaan macam apa lagi ini??

*#*#*#*

Unno Dhyaksa,, hampir setengah tahun ini, dialah yang memenuhi hari2ku, menyemaikan bunga2 di dalam hatiku, membuatku yang sempat layu menjadi berseri kembali.

Saat itu sudah lewat dini hari, namun handphoneku masih saja aktif bergetar karena menerima sms yg hampir setiap menit.
Saking seringnya aku sms an dengannya, semakin mahir pula jari jemariku menari di atas keypad.
Tema obrolan lewat tengah malam kami hari itu adalah pengalamannya berpetualang, dimana dia menceritakan pengalamannya mendaki gunung tertinggi di pulau jawa, dan menyelami lautan manado yang terkenal akan keindahannya. Ya, puncak semeru dan taman laut bunaken, itu yang dia ceritakan. Dia bercerita, tentang bagaimana dia tersesat di pegunungan itu dan diserang badai gunung yang dahsyat, sehingga dia harus melakukan berbagai cara untuk tetap bertahan hidup di puncak sana. Dia juga bercerita tentang keindahan taman bawah laut Bunaken, dimana dia bertemu hewan kesukaanku, lumba-lumba. Dan seperti sebelum2nya, aku selalu terpana akan cerita2nya. Cerita yang mengalir darinya mengendapkan kesan tersendiri dalam benakku. Aku berpikir, begitulah seharusnya pria, mampu menjelajah alam.
Belum lagi kisahnya saat bertemu ikan lumba2 di laut bunaken saat dia bersama rombongan pulang dari wisata laut dan kembali ke manado. Kepandaiannya bercerita, dengan gayanya yang selalu kocak, ditambah lagi dia menceritakan hewan yang sangat aku sukai, membuatku semakin mengaguminya.
Diam2, aku menaruh hati kepadanya, dan berharap suatu saat kelak, kami akan menjadi lebih dari sekedar teman.
Aku meyakini hal itu, karena berbagai kecocokan yang aku temui, antara aku dan unno, kecocokan yang saling melengkapi.
Saat aku sedih, Unno selalu bisa menghiburku, saat aku senang, dia ikut tertawa bersamaku, namun tak jarang pula aku bertengkar dengannya hanya karena masalah sepele, dan diantara kami tidak ada yang mau mengalah.
Misalnya saat memperdebatkan masalah buku yang aku sukai. Dia selalu mengejek novel2 yang aku baca yang kebanyakan tentang percintaan dan melankolis.
Hanya karena masalah sebuah novel, kami bisa berdebat berjamjam hingga kami merasa capek sendiri, dan sepakat menyudahi perdebatan yang tiada ujung itu.

what a wonderful life with him?!
Dan aku berharap semua ini akan berakhir bahagia.

*#*#*#*

Almira nama gadis itu, gadis yang menelponku dengan terisak-isak.
Dia menemukan nomorku memenuhi inbox kekasihnya, sehingga dia memutuskan untuk menelepon dan melabrakku. Aku hanya terbengong2 saat ada seorang perempuan yang meneleponku, dan mengaku sebagai kekasih dari pujaan hatiku, pria yang selalu membuatku bahagia, pria yang selalu aku bayangkan bisa menemani hari-hariku hingga aku tua.

Tidak percaya, shock, dan amarah langsung berkecamuk di dalam benakku saat mendengarkan pengakuannya, namun aku coba bersabar, menahan diri untuk tetap menyimak ceritanya, mendengarkan curhat dari orang yang baru beberapa menit lalu aku kenal, oh! Betapa tololnya wanita ini, hingga mau berbagi denganku, dengan orang yang mencintai kekasihnya. Beruntung dia tidak tahu hal itu.

Pada awalnya, mira memaki maki aku, dengan segala cacian dan hinaan, namun beberapa menit kemudian, setelah dia puas melampiaskan amarahnya kepadaku, dia memohon untuk tidak berhubungan dengan kekasihnya, aku hanya terdiam mematung, namun hatiku tidak mau menerima hal itu. Batinku menjerit "salahkan saja kekasihmu itu, yang mengajakku bermain2 sehingga aku terseret ke dalam permainannya".
Saat dia meminta untuk menempatkan diriku di posisinya, apakah dia pernah berpikir berada di posisiku? Namun dari sudut pandang manapun, aku tetap akan kalah, sekeras apapun aku membela diri, "mereka tidak pernah tau apa yang terjadi, kamu tidak pernah tau apa yang aku rasakan mira" aku terisak dalam diam.
Hening, hanya terdengar isakan mira di seberang, dan segala tuduhan2nya yang menyudutkanku, aku tidak mampu berkata-kata lagi.

*#*#*#*

Sejak kejadian itu, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku telah meminta maaf kepada mira, walaupun aku tahu aku tidak salah. 'dia -unno- yang datang padaku, dan aku membukakan pintu menyambutnya, karena aku pikir dia menarik'.
Bukankah tidak ada yang salah dengan hal itu?
Ditambah lagi kenyataan bahwa dia baik, dan aku semakin memperlebar pintuku, semuanya mengalir secara alami.

Namun, dibalik semua itu, aku merasa kecewa, kecewa dengan segala perbuatan unno yang membuatku terbang, kemudian menjatuhkanku di dasar yang paling dalam dan curam. Kekecewaan, kekesalan, dan kadang rasa ingin membalas semua perbuatan yang pernah dia lakukan, datang silih berganti di dalam benakku, namun rasa sayangku padanya menutup segalanya, sehingga aku hanya bisa berbuat hal2 yang tidak jelas.
Begitu beratnya menerima kenyataan yang berubah sangat cepat itu, kemarin aku masih bisa tersenyum, namun sekarang aku tidak tau harus dengan cara apa lagi untuk menutup luka itu.....

My imagine, 250809

Untitled part 1

Keping2 yang berserakan dan tinggal menunggu saatnya tersapu angin untuk selanjutnya dilupakan itu tiba2 terkumpul kembali menjadi sebuah film pendek yang berputar dengan lambat, melayang2 di otakku. Tiba2 saja dadaku terasa sesak mengingat kepingan2 itu, tanpa terasa air mata mengalir dari sudut mataku. Tidak mungkin! Aku menangis?!

*#*#*#

Jika semua teori itu sesuai dengan prakteknya, seharusnya mudah saja bagiku menerima semua ini. Membiarkannya berlalu, membiarkannya berbuat yang terbaik menurutnya, dan membiarkan dia berbahagia dengan kekasihnya, kemudian aku juga bersenang2 dengan kehidupanku, menganggap tak pernah mengenalnya. Namun ternyata tak semudah itu, perasaan kecewa, menyesal, amarah, dan kadang kesan lucu, selalu menari2 di benakku jika memory itu terputar kembali. Teringat akan sosoknya yang periang, selalu membuatku tertawa, dan menangis tentunya -tanpa dia ketahui secara langsung-. Dia seperti candu, melihat tulisan2nya tercetak di inbox handphoneku saja sudah membuatku merasa lebih baik, merasa hidup. Apa lagi jika mendengarkan tawanya, suaranya yang khas, suara berat yang terkesan aneh di telinga orang yang belum terbiasa mendengarnya.

%*%*%*

"Tita! Kamu mendengarku kan?!" seru suara di sampingku, aku melamun...
Namaku Titania, terinspirasi dari nama satelit di planet saturnus. Ah sebenarnya tidak penting aku menceritakan asal usul namaku, karena pasti membutuhkan beberapa halaman untuk menjabarkanya, yang perlu kamu ketahui hanyalah, panggilanku, Tita!

*#*#*#

Orang bilang aku aneh, dan menjadi lebih aneh sejak aku mengenalnya, dia pun juga menganggapku aneh. Aku tidak terlalu ambil pusing dengan predikat itu, asalkan aku masih bisa bercanda dengannya.
Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Unno Dyaksa, konon orang tuanya memberi nama itu karena dia anak pertama. Setelah mendiskripsikan namanya secara panjang lebar, aku mulai tertarik dengannya. Gaya ceritanya yang lucu, bahkan terkesan konyol selalu bisa membuatku tertawa.
Setiap hari intensitas komunikasi kami semakin bertambah, di kelas, aku lebih memilih sms-an dengannya daripada memperhatikan dosen, saat mengobrol dengan teman2ku, aku hanya mengangguk-angguk jika temanku menanyakan pendapatku, tanpa aku tau apa yang sebenarnya sedang dibicarakan, karena larut dengan gurauan2nya. Saat week end pun, aku lebih memilih menghabiskan waktu bersamanya. Kami tak pernah kehabisan bahan obrolan, beralih dari satu topik ke topik lain, dari yang ringan, hingga berat, dari hoby hingga hal2 yang di benci, hanya satu yang aq tidak tau, kehidupan pribadinya, kisah cintanya! Dan aku enggan untuk menanyakan hal itu secara langsung, walaupun telah sering aku menanyakannya secara terselubung, dan dia selalu menjawab dengan jawban konyolnya seperti biasa, sehingga aku menyimpulkan jika dia single! Dan aku menikmati itu, karena pada dasarnya, aku membenci kegiatan mengganggu rumah tangga orang.
Aku berprinsip 'setergila2nya aku dengan seorang pria, aku akan langsung menjaga jarak jika mengetahui dia telah mempunyai pasangan, apalagi istri!'
Oh God! Dia telah mengalihkan duniaku!

*#*#*#*

*hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergilagila*

Handphoneku berdering, deretan angka2 berkedip2 di layar, yang artinya nomor itu tidak ada di dalam phonebooku.
"hallo" sapaku, orang di seberang tidak menjawab, hingga aku mengulangi sapaanku lagi dengan sedikit nada kesal.
Akhirnya suara di seberang menjawab, "benarkah ini tita?" suara itu seperti menahan isak, suara seorang wanita.

Tuesday, April 14, 2009

Pulang bareng kawan lama


Saat akan beranjak dari kafe Teras, hujan turun dengan derasnya, sementara hari sudah mulai gelap. Kami menunggu hujan reda dengan ngobrol2. Iseng2 aku n dzick (rute rumah kami sama, sama2 pelosok maksudnya :p) bilang, minta sekalian di anterin sampe rumah sama dimas, dan meninggalkan motor dzick di rumah mith, keisengan itu membuahkan hasil. Gak tau karena tertantang dengan image ndeso nya rumahku n dzick, ato kasian kalo bayangin temenya yg imud ini bakal diculik orang, akhirnya dimz meng iya kan ajakan itu.
Tanpa menunggu hujan reda dan setelah puas merampok :D, kami pun cabut.

Rencana semula, aku bakal diturunin di rumahnya dzick yang lebih 'nguthani' daripada rumahku, karena rumahnya berada di pinggir jalan raya.

Sedikit gambaran tentang rute rumahku n dzick:
(Rumah kami berada di kecamatan Kaliangkrik *bagi warga magelang asli, pasti langsung berpikir itu semacam daerah udik yang berpenghuni manusia2 yang jauh dari peradaban*
Weitz, tapi jangan salah! Kampung halamanku itu sangatlah indah, lebih indah dari kota magelang itu sendiri :p *lebay!*

Wiiw...
Kuk malah jadi ngalor ngidul gag jelas ginih --'
Kita kembali ke leek too!!
Ehm... Ke rute perjalanan yah??

Biar semua tau, aku mulai rute ini dari alun2 kota magelang.
Dari jalan searah di alun2, belok kanan di tugu depan kelenteng, ikuti traffict light *yg dalam tulisan2 selanjutnya akan ku tulis dgn 'bangjo'*
Lurus hingga 500m n menemukan bangjo ke dua dengan pom bensin di kananya. Kemudian lurus turun. Hingga menemukan pertigaan yang agak membelok cukup curam, beloklah ke kiri, kita menyeberangi sungai Progo yang menjadi batas antara kota dan kabupaten Magelang. Ikutilah jalan besar itu hingga sekitar 5km...
*aduuuh, ngelantur lagi dweh* bingung kaaan??
Langsung aja, intinya, rumahku(belokan menuju rumahku maksudnyah) berada di perbatasan kecamatan, dan untuk mencapai rumahku, harus menempuh 1.5km jarak terdekat, sedangkan rumah dzick 2 km ke atas, dengan jalan yg halus beraspal.

Hari sudah gelap saat kami sampe di pertigaan menuju rumahku.
Entah kesambet setan mana sampe2 orang baru di lingkungan itu seperti dimas berani melaluinya, bahkan aku aja sangsi, apakah dia akan dapat mencapai rumahku dengan selamat tanpa hambatan???


Dimaspun membelokkan mobilnya ke kanan, memasuki jalan yg hanya di semen cukup ditapaki roda saja (bagian tengahnya tetep tanah), perjalanan yg menegangkan pun dimulai. Hawa mencekam mulai terasa. Aku terus berisik sambil berdoa dalam hati buat menghilangkan ketakutan.
Sesampainya di belokan terakhir menuju gerbang desaku *kaya desaku punya gerbang aja! :D*
Aku mulai menimbang2 lagi jalan mana yang akan di ambil. Apakah belok kiri, mengambil rute terpendek yg udah menelan berbagai macam kejadian, ato lurus mengambil rute yang 5kali lipat lebih jauh.
Fyi : byk sekali peristiwa2 yg terjadi di rute pertama tadi, diantaranya: 4motor temenku terjun bebas saat melewati jalan itu, mobil yg dikendarai masku sering selip saat melewatinya, dan yg paling horor adalah berita kemunculan hantu! Di tempat itu, ya pembaca, Hantu!!!

Akhirnya, aku menyarankan dimas untuk memilih rute ke2 aja, mengingat jalanya tidak se ekstrim rute pertama, tapi dalam kaitanya dengan hororisme, *teuteup* namanya juga kampung.

Jalan aspal habis, di ganti dengan jalan berbatu, yg terkadang becek, nggronjal (?) Tanjakan curam, turunan curam, belokan ekstrim, lewat hutan bambu, beberapa perkampungan, jalan gelap, suara binatang malam, kuburan, pohon beringin besar, dan hanya satu yang indah, kelip lampu kota jika di lihat dari ketinggian.
Hampir setengah jam kami menempuh perjalanan mencekam itu (padahal waktu kecil, aku sering lewat jalan itu) tapi sensasinya benar2 beda!
Mencekam mamen!
Kayak jelajah malam!
Beeeuuh....
Padahal di dalam mobil kami sudah berusaha mencairkan suasana dengan becanda, tapi keadaan mengalahkan kami, ditambah guyonanku yg terkadang malah bikin mrinding, bikin dzick,mith, ma fit protes2 :D

Pengalaman itu Gak bakalan aQ lupa seumur hidupku...

Dan akhirnya, setelah melalui kuburn terakhir, lampu pertama penduduk desaku pun terlihat...
Legaaa rasanya...

Dan dengan ini aku nobatkan dimas sbg pengemudi profesional :D
Hahaha..,

Makasih temen2, aku seneeeeng banget bisa berkumpul lagi ma kalian :)

Kalo ada libur, kita kumpul2 lg yah :-)
Seru2an bareng...

Berkumpul dengan kawan lama

1 hari setelah berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia, yaitu tanggal 10 april 2009, aku mengadakan pertemuan kecil2an dengan teman2ku semasa SD dulu... *bayangpun, qta uda bteman lebih dari 2/3 umur qta, hoho ;)
Dan terakhip bertemu adalah 2taun yg lalu saat reuni, setelah 9 tahun berpisah.
Semoga kita tetap menjalin persaudaraan ini teman :).
Oh ya, pertemuan ini awal mulanya diprakarsai oleh mitha, dy berencana mengumpulkan teman2 semasa SD dulu, mumpung ada libur lumayan panjang...
Tapi ternyata, yg bisa pulang ke Magelang tercinta :x hanya 5 orang, yaitu aku, mitha, dzick, fitri, n dimas...

Seperti saat kami kecil dulu, basecamp masih tetap di rumah mith. Kami janji berkumpul sehabiz dzuhur...

*aku ceritakan sedikit perjalananku menuju rumah mith*

Sekitar pukul 12.30 WIMA (wktu Indonesia bagìan Magelang Atas) temanku dzick menjemputku.
Saat dia sampai, aku sedang siap2, jadilah dia menungguku beberapa lama, sambil ngobrol ma bapak ibu.
Setelah beres dan berpamitan, akhirnya kamipun berangkat. Butuh waktu sekitar 25menit untuk sampe di rumah mith. Teman2 bilang rumahku pelosok desa, jauh dari peradaban, haha *asyeeeemmmm*
Namun, waktu itu kita muter2 dulu, jadi jam 13.30 barulah sampe di rumahnya.
Setelah semua berkumpul (aku,mith,dzick,dimz) kami berencana ke Rs Harapan bwt nengokin eyangnya Fitri.
Saat aku akan menghidupkan mesin motor, dimz bilang"wiz bareng aku wae" (udah, bareng aku aja).
Dan akhirnya kami berempat naek mobilnya dimaz. *senengnya jadi gag perlu panas2* hahaha (jiwa kampunganya keluar :P)


Setelah beli sdikit oleh2, kami menuju Harapan. Namun ternyata keberuntungan tak berpihak pada kami. Waktu itu rs sedang tutup karena pasien sedang dimandikan.
Setelah beberapa saat menunggu di resepsionis seperti orang ilang, akhirnya bosen juga. Mith n dimz berjalan2, menemui fitri dari balik jeruji besi (ini mau besuk orang sakit ato mau nengokin napi seh??)
Dari perundingan berbatas jeruji besi itu, mereka menemukan ide untuk masuk ke bangsal tanpa harus menunggu lama.

Cara2 yg kami lakukan yaitu:
Pake kartu tunggu yang sebenarnya diperuntukan bagi keluarga pasien. Tapi,daripada kami jamuran, jadilah kami berpura2 menjadi keluarga pasien. Syaratnya, 1 kartu untuk 1 orang.
Karena cuma ada 1 kartu untuk 1 pasien, sedangkan kami berempat, maka kami memutuskan untuk masuk 1 per satu dan merolling kartu itu lewat jeruji besi.
Orang pertama yg masuk yaitu dzick *terselamatkan*
Kartu dibawa mith, waktu sampe di depan pintu, petugas memeriksa kartu tsb. Melihat sebelumnya ada rombongan yg bisa masuk, aku mengikuti mith dr belakang, sap tau bisa masuk barengan. Tapi bukanya masuk, petugas itu malah mengusir kami keluar karena kepergok merolling kartu. :D
Beuuuuhh....
Mukaku udah merah padam, apa lagi mbak2 resepsionisnya juga ikut ketawa.

Melihat penyamaran yang gagal itu, kami kembali ke jeruji besi. Dan setelah beberapa waktu disana, akhirnya, tante dari fitri menemukan celah penyelundupan manusia2 malang ini.
Beuh, rumah sakit yang dudulz!
Ruang depan diperketat, tapi pintu belakang dibiarin kebuka :D.

Beberapa saat kami di sana, cukup mengharukan juga melihat keadaan eyangnya fitri :'(
Cepet sembuh ya eyang :-)

Setelah dirasa cukup, kamipun cabut dan melakukan rencana berikutnya, yaitu makan2 :D/
*bertindak sebagai bos :mith* yang saat pemilu merayakan hari jadinya yg ke 1/5 abad. *tua jg km mith :p*

Namun sebelum itu, kami sempat mampir ke smansa mgl, alias GHS untuk foto2....
Eeehh... Maksudnyah shalat ashar :P
Sedangkan dimas memilih shalat di masjid walikota.

Tak lupa kami mengabadikan moment di smansa itu (maap fotonya lum aku upload)
Setelah sejenak bernarso2 ria (sejenak??) Kami cabut buat nyamperin dimas ke masjid pemkot yg ada di seberang jalan. Tapi ternyata dimas uda menjemput kami di depan gerbang smansa (mungkin gara2 kelamaan nunggu kali yah?)haha


Setelah perdebatan yang cukup alot tentang dimana kami akan melakukan aksi perampasan, akhirnya diputuskan, kami makan di Kafe Teras.
Ternyata harga makanan di kafe itu lumayan mahal bagi ukuran mahasiswa seperti kami (tapi tak apalah mumpung gretong, ada yg bayarin) :D
*ketawa setan*
Sempet ku lihat muka mith yg ditekuk, karena membayangkan kebangkrutanya setelah keluar dari tempat ini, kasian siiihh... Tapi kesempatan ditraktir belum tentu datang 2x kan? :p
Jadi, aku tega2in aja liat mith yg memelaz itu :pv
But, thx a lot y mith trktrnya, kapan2 lg :-)
Haha...

Oh ya, di tempat ini pun kami tak lupa buat menyalurkan bakat terpendam *foto2*
(Sekali lg maap, foto2 imud itu belum dapat ditampilkan karena keterbatasan media)

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.xx. Kami pun berencana segera pulang.

Tuesday, April 7, 2009

Sepenggal kisah kehidupan anak manusia...

Aq selalu bersemangat, saat aq bisa mengulang dan terus mengulang, menceritakan kisah yg pernah kita lalui, hingga terkadang aku tak menghiraukan apakah mereka bosan mendengar kisahku tentangmu yg melulu seperti itu...

Di saat pesan2 singkat lain terhapus dari inbox di handphoneku, tahukah kamu, barisan kata2mu masih tersimpan rapi di sudut terbawah, terdesak oleh waktu...

Di saat playlistku berganti dengan lagu2 yg sedang hits saat ini, tahukah kamu, lagu2 yg kamu suka masih setia aku putar, hanya untuk mengenangmu, mengingat suaramu di saat menyanyikannya di hari bahagiamu itu, sambil kau terus tertawa, karena liriknya yg tidak cocok dengan keadaanmu....

Tahukah kamu, bahwa setiap detil kata yg pernah kamu ucap, akan selalu terpatri dalam ingatanku, bahkan walaupun kamu telah lupa jika pernah mengucapkannya...


Tahukah kamu, setiap aku online dan melihat segala tingkahmu di sana, aku selalu menahan diri untuk dapat mengabaikanmu, meski lebih sering aku tak bisa mengabaikannya, karena setiap tingkahmu selalu menarikku untuk bereaksi.

Taukah kamu mengapa semua itu aku lakukan??
Semua hanya karena aku takut kehilangan tawamu, kehilangan cemooh darimu, semua aku lakukan hanya agar aku dapat mengumpulkan kepingan2 yang telah hilang darimu untukku, hanya suatu penghiburanku karena aku tak dapat menggapaimu lebih dari itu, hanya karena rasa takutku, takut akan kehilangan dirimu...
Tidakkah kau mengerti itu????

Pernah aku ingin membencimu saja, menganggapmu tak pernah ada...
Namun ternyata aku tak bisa...

Dan pada akhirnya, semua telah tergariskan, kau memilih jalanmu, memilih pergi dariku, dan aku hanya harus bisa menerima, karena memang begitulah adanya....
Karena hidup tak bisa seperti dalam dongeng, di mana putri dan pangeran akan bersatu dan semua bahagia...

Hidup tak seperti sebuah novel, yg dapat terselesaikan dalam hitungan jam saja...

Hidup tak begitu singkat, tak pernah sama dengan imajinasi dan khayalan...

Dan karena hidup harus tetap berjalan, dengan atau tanpamu...
Karena hidup adalah sebuah pilihan...
Karena hidup adalah sebuah pembelajaran, walau semua yg dibenarkan itu belum tentu baik, dan yang salah belum tentu buruk...

Wednesday, March 4, 2009

Ketika kita naek kendaraan umum...

Bagi yang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh sendirian
Naek kendaraan umum saat bepergian jauh emang memberikan sensasi tersendiri...
Takut, seneng, deg2an, panik daaaan laen2
Hyahaha....
Hal2 seperti itu biasanya dialami oleh kaum hawa.

Rasa panik itu mungkin akan bertambah ketika kita naek kendaraan umum yang sangaaaat umum *baca:ekonomi*
(Pengalaman pribadi nich) :P
Bukannya sok elite ato gimana, tapi di dalam kendaraan ekonomi, kewaspadaan kita benar2 di uji.
Mungkin karena harganya yang relatif murah, jadi para awak bus kurang memperhatikan keselamatan penumpangnya.
Atau entah alasan lain apa lagi, yang jelas tak senyaman naek kendaraan patas, bisnis, executiv, apa lagi senyaman naek kendaraan pribadi *jangan harap!!*
Oia, karena ini sesuai pengalaman pribadi, hal2 dibawah ini tidak termasuk kalo qta naek transportasi udara *bahkan aku aja kurang tau apakah ada pesawat kelas ekonomi ato gag, dan kalopun ada, aku yakin disana gag bakal ada pengamen ato pedagang asongan*
Khukhukhu...

Oia, jadi gini, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa panik ketika qta dihadapkan pada keadaan dimana kita harus bepergian jauh sendirian.
Hal2 yg perlu dilakukan diantaranya....

1. Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya qta survey dulu keadaan kendaraan yg akan kita tumpangi. Misalnya tentang harga, lokasi2 pemberhentian, kalo turun naek apa, berapa lama waktu yg dibutuhkan, situasi di dalam kendaraan, pelayanan, de el el.

2. Belilah tiket di agen resmi, jangan di calo. Yang pasti, kalo di agen resmi, harganya standar, yea paling gag gitu kaaan kalo dipikir2 n sesuai di berita2 juga.,

3. Awasss pengameeeen!!! Hal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan uang receh sebanyak2nya, ato kalo gak punya tolaklah secara halus, ato pura2 tidur *hyahaha* tapi jangan kaget kalo ntar disindir ma pengamennya *sebodo amat!*
Tapi terkadang ada juga pengamen di beberapa daerah (sesuai pengalaman lagi nich, sepanjang daerah yg dilalui bus rama*ana n ro*alia i*dah :P di daerah tangerang, beuh! Sumpah!pengamen di situ brutal abiz!!) Demi keselamatan, lebih baek kehilangan 1rb 2rb daripada kehilangan nyawa....
Ya kaaaan.... >.<

4. Eeh ada pedagang asongan juga...
Biasanya mereka akan membagikan dagangan mereka kepada seluruh penumpang. Weteit, itu bukan sampel lhoh! Kalo qta ambil, berarti qta beli, jadi kalo qta gag minat beli,yawdah diemin aja.
Ada cerita lucu yang br aja aQ alamin kemaren waktu mudik, jadi di sebelahku duduk ne2k2, dan semua barang yg di kasi k dia, dia beli aja gitu...untung c nenek cepet sadar,,,
Kalo gak kan kasian tuh, duitna abiz bwt beli barang2 g penting
Kan duitnya mending bwt aq ya
Hahaha

5. Stekul... (Maksudna: stay cool)
Beri kesan kita udah sering naek tuh kendaraan, jangan terlihat kaya orang bingung., cz tampang bingung akan menjadi sasaran empuk pelaku tindak kriminal.

6. Waspada makanan pemberian orang. Salah2, bukannya kenyang tapi barang n nyawa melayang.

7. Kalo qta diajak kenalan. Kalo berkenalan dengan orang, jangan sekali2 memberikan keterangan secara detail tentang asal usul kita, bahkan jika perlu, kita bisa sedikit berbohong, bukan mengajarkan hal buruk, tapi ini demi keselamatan...

8. Tarohlah barang berharga di tempat yang sulit di jangkau orang laen. Alasannya c standar, biar gag kecopetan :P

9. Lebih enak duduk deket jendela. Selaen bisa liat pemandangan di luar, bisa senderan kalo tidur, dengan duduk di pojok qta juga bisa mengamankan tas ato barang bawaan qta.

10. Jangan simpan uang di satu tempat. Sewaspada2nya kita, kalo emang lagi apes yaa gimana lagi?? Kalo misalnya kita sampe kecopetan, dengan menyimpan uang di berbagai lokasi, maka qta g akan kehilangan seluruh uang qta, bukannya begitu???

Emmm..
Mungkin ini dulu kali yaaa...
Kapan2 kalo ada tambahan aku post lagi...

Friday, February 20, 2009

andai saja

Andai saja kau masih sendiri

Ku akan jadi bagian hidupmu

Karena aku pun kini sendiri

Sendiri


*

Yang sesungguhnya kau telah berdua

Bahagia dengan dirinya

Aku hanya bisa bersedih

Bersedih


**

Andai saja aku jadi milikmu

Andai saja kau pun mencintaiku

Ku kan akhiri kesendirianku

Ini



Back to *, **


Andai saja kamu putus dengannya

Andai saja kau akhiri dengannya

Ku kan gantikan dirinya untukmu

Jadi kekasihmu


Andai saja aku masih sendiri

Andai saja aku mencintaimu

Ku kan gantikan dirinya untukmu

Jadi kekasihmu



Koleksi Anima yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Anima - Andai Saja
Busby Seo Test

Monday, February 9, 2009

kembali menuntut ilmu...

hari itu hari minggu,
tak seperti biasanya, aku ke solo menggunakan bus, dan janjian berangkat bareng temenku yang berasal dari wonosobo.

aku janjian di terminal naek bus
EKA
satu2nya bus dari Magelang yang langsung sampe solo.
karena aku gak tau jadwalnya, maka ditinggallah diriku oleh temenku itu. akhirnya aku naek bus ekonomi sampe jogja.
malang, d dalam bus penumpang di depanku muntah2 gak karuan. melihat kejadian itu aku enjadi ikut mual dan pusing sepanjang perjalanan. sesampainya di terminal Giwangan, Yogyakarta, aku turun dan mengejar bus Eka yang ditumpangi temenu itu. alhamdulillah masih keburu.
di dalam bus yang ber AC itu, aku masih tetap saja merasa pusing dan mual serta gak bisa tidur. akhirnya sepanjang perjalanan aku mengobrol dengan temanku.
sesampainya di kost, masya allah, spreiku lupa dilipat waktu mau mudik. debu dimana2, beuh...
bisa2 kena gangguan saluran pernafasan, walhasil niatku untuk beristirahat sesampainya di kost tertunda.
insting rajinku yang jarang sekali berjalan tiba2 keluar begitu saja. aku mengambil sapu, membersihkan setiap sudut kamarku.
setelah itu,sambil membawa uang sewa kost, aku membeli superpel, mengepel setiap jengkal lantainya *halah*, kemudian mncuci sprei yang berdebu tu. ugh!!! kenapa sampe lupa nglipet sih! nambah2in kerjaan aja!
setelah semua beres dan seger, aku baru merasakan betapa capek dan laparnya diriku, aku melahap habis bekal yang dibawakan ibu secepat kilat, hohoh *kaya orang rakus gituuu dechhh*
dan keadaan kembali normal.

paginya, hari senin, hari pertamaku ke kampus semester 4 in *gak kerasa yach, udah makin tua aja diriku, padahal rasanya baru kemarin aku wira-wiri ujian universitas.*
sesampai dikampus, oh em ji............ *ya Allah!*
antrian buat print KRS puanjaaaaaaaaannnggg benerrrrrrrrrr....!!!!!!*inilah potret kehidupan manusia indonesia-terutama diriku- yang lebih suka melakukan pekerjaan
tepat waktu
alias mepet2 deadline*
sayangnya yang berpikiran unutk tepat waktu gak cuma 1-2 orang seperti diriku, tapi hampir sebagian besar mahasiswa di kampusku. mereka lebih memilih mencetak di hari terakhir, walaupun sebenernya sudah disediakan fasilitas registrasi online yang bisa dilakukan di mana saja. tapi dem
setelahh beberapa orang mengantri tibalah giliranku mencetak KRS

Thursday, February 5, 2009

Kuesioner itu....

Hahaha...
Iseng2 ngisi kuesioner di fesbuk...

Gak nyanka jawabanna bakal kaya gt...

Apa hubungannya coba, tiap hari berantem en saling ngejek, ma dy sk ma aq??
Dasar kuiz, aya' aya' wae'
Bikin aku ngarep terlalu byk...
WizLah...

Lupakanmu, jauh...
Timggalkanmu, dari hidupku...
Bangunkanku dari mimpiku,
Yakinkan semua ini hanya khayalku...

Hohoho...
He's too far for me :(

Lupakan kuiz itu!

Wednesday, February 4, 2009

On holiday...

Libur 3 minggu yang mengenaskan sekaligus menyenangkan...
Rencana liburan yang telah aku susun rapi ternyata berantakan, gak ada yg tercapai.

Hari itu, 16 Januari 2009, aku kembali ke Magelang, kotaku tercinta, dengan penuh pengharapan. Sekitar pukul 10, aku berangkat dari kostku di bilangan Mendung IV Surakarta (depan kampus UNS) menuju ke daerah Ngoresan (belakang kampus UNS) buat nyamperin temenku, Luky. Sepanjang jalan menuju kostnya, otakku dipenuhi dengan rencana2 hebat selama lìburan yang pasti disetujui temanku itu.
Rencana pertamaku, mengalihkan rute mudik dari biasanya. Dari rute Solo-Boyolali-Tengaran-Salatiga-Kopeng-Magelang, menjadi Solo-Klaten-Jogja-Magelang.
Maksudnya sih biar gak bosen en skalian bernostalgila saat2 mudik di awal kuliah...
Niatnya sih, sebelum pulang Magelang, aku mampir ke jogja dulu, buat main ke sahabatku yang ada di sana. Sepanjang perjalanan, rencanapun disusun.
Aku memperkirakan, sekitar jam 12, aku sampe di jogja.
Namun malang tak dapat ditolak, masalah pertamaku...
Ku rasakan motor yang aku naekin bergoyang2 kaya Inul lagi dangdutan *halah!*
Eh ternyata ban belakangku bocor. Fiuh!
Waktu jadi molor dech...
Setelah mendorong motor sekitar 50meter, aku mendapati tukang tambal ban. Kebayang
Setengah jam berada di sana, *bakal jamuran* namun keadaan sedikit tertolong karena telpon dari seorang temanku.
Dia mengabari kalo udah gak di jogja, dan temanku yg lainnya lagi ujian.
Jadilah...
Batal rencana ke pertama, dengan 2 alasan yang berbeda.
Buat mengobati kekecewaan, akhirnya aku dan luky mampir beli rujak eskrim di daerah jombor. Hmmm...ternyata yummy...
Perjalanan aku lanjutkan sambil menyusun planning cadangan.
Akhirnya aku mampir ke rumah salah seorang temanku. Lumayanlah, dapet makan siang gratiz, hahha...
Di sana terciptalah rencana besar untuk mengadakan reuni sexy sick,*temen2 gilaku waktu sma*
Touring ke Semarang!
Wow! Aku gak sabar banget menanti hari itu.
Namun, sekali lagi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.
Hujan mengacaukan segalanya.
Hiks...
Gagallah rencana besarku touring ke semarang,,,
Bulan januari, yang kata oramg bakal hujan sehari2,menjadikanku cewe pingitan, hanya berselimut, menghangatkan diri di kamar, sambil chatting. Cuma itu satu2nya hiburan buatku, melihat letak geografis rumahku yang sangat tidak menguntungkan. Jauh dari segala peradaban dan segala hiruk pikuk kota. Benar2 desa yang terisolir :-(.
Dengan teman2 mayaku, aku memperoleh hiburan tersendiri untuk mengobati kekecewaanku yang mendalam *hasyah!*
Tema pembicaraan yang seru di rum, obrolan pagi, obrolan siang, dan obrolan malam :-P
Memberiku pengalaman tersendiri.
Obrolan pagi, diisi dengan aktifitas2 c8r yang akan dijalani, diselingi tawa dan sdikit obrolan2 yang, aihhayhay...
Sedikit siang, obrolan beralih menjadi war melawan pengunjung baru yang dijadikan bulan2nan anak2, sedangkan obrolan malam, hmmm...
No komen... Hohoho...
Ya begitulah kira2 rangkaian kegiatanku sepanjang rainy holiday ini...
Mengenaskan tapi tetap memberi sensasi tersendiri...
Skarang liburan hampir berakhir, hibernasi hampir usai, tugas2 kuliah menanti...
Namun hujan belum juga berhenti...
Uhuhuhu.....